Assalamualaikum Wr Wb
Pak ustad saya pernah bersumpah tahun 2010, dengan meletakkan Alquran di atas kepala saya sendiri. Masalahnya saya dulu sering melakukan hubungan suami-istri dengan perempuan lain padahal saya sudah punya istri dan anak. Saya bersumpah dengan niat tidak melakukan zina lagi dengan wanita lain. Pertanyaan saya, berdosakah saya bersumpah dengan Alquran. Kalau berdosa gimana cara menghapusnya. Saya sangat mengharapkan penjelasan, pak. Terimasih. Wassalam.
Pengirim 085278278XXX


Jawaban
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Ada beberapa hal yang perlu dibahas di sini:
Pertama, seharusnya ketika anda bersumpah, anda tidak perlu meletakkan al-Qur’an di atas kepala anda, karena dari semua riwayat yang menjelaskan Rasulullah bersumpah, maupun para sahabat bersumpah, mereka tidak ada satupun yang bersumpah dengan meletakkan al-Qur’an di atas kepala mereka.
Kedua, bersumpah itu hanyalah dengan nama Allah atau dengan sifat-Nya, seperti: wallahi, tallahi, billahi, bi ‘izztillahi, atau bahasa kitanya “demi Allah”.
Ketiga, kalau bersumpah dengan mengatakan, “demi al-Qur’an” maka perlu dilihat niatnya:
a) Kalau niatnya yang dimaksud dengan Al-Qur’an itu adalah firman Allah, maka hukumnya boleh, karena firman Allah bukan makhluk.
b) Kalau niatnya yang dimaksud dengan Al-Qur’an adalah mushaf al-Qur’an yang ada cover dan lembar-lembaran halaman yang dicetak itu, maka sumpahnya tidak dibenarkan dan haram hukumnya, sebab Rasulullah bersabda, “siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah berbuat syirik.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, haditsnya hasan).
Nah, kalau tersalah bersumpah dengan al-Qur’an (karena bermaksud dengan al-Qur’an cetakan, bukan firman Allah), maka hendaklah dia membaca “la ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu”, lalu berludah ke kiri 3x, membaca ta’awwudz (a’udzu billah minasy syaithanir rajim), berdasarkan riwayat dari Sa’ad bin Abi Waqqash, “aku pernah bersumpah demi Latta dan Uzza (berhala Jahiliyah), lalu Rasulullah bersabda, ‘katakan  la ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, kemudian berludahlah kekirimu 3 kali dan bacalah ta’awwudz, dan jangan ulangi lagi.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan Nasa’I, haditsnya shahih).
Wallahu A’lam Bishshawab
#