GrabFood Double Order vs Prioritas

KATEGORI ARTIKEL: CATATAN

February 8, 2024

Semalam saya mengalami kejadian yang kurang nyaman. Pemesan yang menerima paket food terakhir dari double order menunjukkan ketidaksenangan dengan bahasa tubuhnya.


Contoh double order

Di depan gerbang besi nan megah, terlihat orang itu berdiri di teras. Antara teras dan gerbang dipisah oleh taman seluas jarak dua gawang lapangan futsal. Dia jalan perlahan, sangat perlahan, seolah berjalan malas. Salam yang dengan ramah saya ucapkan pun tak dijawabnya, raut muka sedingin udara malam, beberapa kalimat saya ucapkan pun seolah menabrak benda mati. Dia berbalik arah ke rumah. Seolah barusan menghampiri tong sampah. Keramahtamahan saya sia-sia.

Bahasa tubuhnya, jika diterjemahkan dalam ucapan, maka seolah begini:

“Gue kan mesen daritadi. Gue bayar nontunai. Gue laper. Kenapa lu lama, bangsat!”

Jadi, kisah tadi benar terjadi, dan selalu pada konteks “Double Order GrabFood”.

Double Order GrabFood adalah Grab memberi saya double order, ambil di dua resto berbeda / satu resto yang sama untuk dua pemesan berbeda. Saya akan menyelesaikan masingĀ² sesuai orderan, tapi sekali jalan. Tarif yang diterima driver tidak senilai duakali ongkos kirim. Kadang hanya diberi tambahan dua atau tiga ribu. Tak pernah senilai dua kali ongkir.

Efek buruknya adalah, tidak semua resto speed penyajiannya sama cepat. Walau resto sedang tak ramai, kadang ada resto yang sekedar menyajikan satu menu saja bisa Ā½ jam.

Masalah tidak sampai di situ saja. Ketika proses antar, kendala pemesan salah titik atau slow respon juga tidak bisa dianggap enteng.

Efek domino seperti ini terakumulasi pada penerima terakhir.

Lalu Grab menawarkan GrabFood prioritas. Yang maksudnya, orderannya tidak akan diikutkan dalam order gabungan. Lebih mahal tentunya, apakah lebih cepat? Nggak juga, tergantung speed penyajian menu si resto.

Jadi, permasalahan-permasalahan seperti tadi, sepertinya tidak masuk dalam uji kelayakan suatu layanan, sebelum layanan itu diterapkan Grab.

Lalu, bagaimana nasib driver? Ya, resiko bemper begitu, kalo gak mulus ya penyok.

IKLAN

By Google