Menjamurnya kedai yang menyediakan layanan online bisa jadi berkah juga bisa jadi kabar tak menyenangkan bagi abang ojol.

Berkahnya adalah, potensi orderan food melimpah, yang -siapa tahu- nyangkut orderannya. Plus tips dari pemesan… Kalo ada.

Sedangkan kabar buruknya, inilah yang mau saya ceritakan.

Tersebutlah kedai dengan spesialisasi kue-kuean. Dengan desain indoor yang insta-able, mengesankan kedai ini punya kelas tersendiri. Didukung oleh packaging yang kesannya wah. Ga aneh kedai ini matok harga yang– ‘kok kamu mau beli itu dengan harga segitu’.

Suatu waktu, abang ojol dapat order dari kedai yang jadi pembicaraan ini. Menunya, 2 kue dan 2 bakso. What? bakso?

Tentunya jika sudah paham alur proses dan menguasai pekerjaan, hasil akhir akan memuaskan.

Gak salah sih, jika tekad mutu dijalankan dengan benar. Mulai dari preparasi dan timing -nya. Sebab, waktu adalah matauang itu benar adanya.

Bagi abang ojol, aktualisasi ‘waktu adalah matauang’ adalah seperti ini: dalam rentang waktu 45 menit, si abang punya potensi mendapatkan order sekian kali dan sekian nilainya. Jika dalan rentang 45 menit ini abang ojol sedang on-going-process, maka sebenarnya dia terkurung dalam nilai job selama 45 menit itu.

Jika nilai job yang sedang dikerjakan itu bernilai 7200 perak, maka dia sedang membuang potensi order, dan hanya memperoleh upah 7200 perak selama 45 menit menunggu untuk kemudian mengantar.

Jadi, di sini terjadi unfair job.

Lalu harus bagaimana?

Menurut saya, pihak aplikator harus membuat aturan yang jelas, mulai dari waktu preparasi sampai ke genre foodnya apa. .

Kok genre food? ya iyalah, kedai dengan tipe liar PaluGada (Lu Pesen apa aja Gue ada), sok bisa dan sok biasa buat aneka menu, tapi nafsu doang gede, tenaga ga ada, kompor cuman satu, ngandelin welcome drink biar ojol ga gampang ngamuk. Juga ngandelin gambar kece yang bisa bikin kepincut calon pembeli: yang susah ya abang ojolnya.

Kalo sudah gini, yang jadi korban waktu dan perasaan ya abang ojol. Belum lagi cs yang cerewet chit-chat “GPL ya”. Amsyiong dah.

Jadi tolong yah, jangan kebanyakan gaya.

* tulisan ini tidak berlaku untuk kedai palugada yang srat sret.