Ngalong, asal katanya dari kalong, alias kalelawar, hewan nocturnal yang mulai aktif ketika dunia mulai gelap.

Penambahan prefix ‘ng’ di depan kata itu, membuatnya bertransformasi dari kata benda menjadi kata kerja. Sama semisal ngopi dari kata kopi, yang artinya aktifitas minum kopi.

Ngalong, artinya keluar malam atau beraktifitas malam. Tergantung dunianya.

Di dunia sufistik, ngalong artinya berzikir sepanjang malam.

Di dunia di mana orang sudah diberikan dunianya, misal PNS, karyawan dengan gaji tetap sekian digit atau pengusaha kaya, ngalong tidak akan ditemukan kecuali untuk bersenang-senang, atau malah ngalong buat menjaga yang sedang sakit, atau karena ada tugas yang belum beres. Semua sudah ada hitungannya.

Sedangkan di dunia Ahlu Gacor Al-Ojoliyyah, ngalong artinya mencoba mempertahankan hidup yang semakin sulit dengan mencari pemasukan tambahan di waktu orang tidur.

Beda dunia, beda konteks ngalong.