Kira-kira begitu ekspektasi ojol papan alas. Ini bukan tanpa alasan, tapi berkaca dari obrolan pangkalan ojol militan.

Jadi begini ceritanya.

Pada suatu malam hujan deras, tokoh kita si abang ojol papan alas dapat order food, dari Cahaya Minang berupa nasi rendang, seharga 17k. Orderan itu akan diantarkan sejauh 2.93 km, akan dibayar cash oleh pemesan seharga 25k, COD style gitu. Upah si abang 8k.

Permasalahannya adalah, perputaran dari topup saldo driver nanti, yang mengintimidasi pikiran abang ojol papan alas ini.

25k ini akan didebet dari Credit Wallet, yang artinya, setelah order selesai, akan ada pengurangan 25k dari Credit Wallet, dan akan ada upah 8k pada Cash Wallet.

Permasalahannya adalah, perputaran dari topup saldo driver nanti, yang mengintimidasi pikiran abang ojol papan alas ini.

Pemesan GrabFood dalam cerita ini, tak akan tahu

Bagi Anda yang baru nimbrung cerita putaran topup, silaken simak di tulisan buruk saya sebelumnya tentang “MENELUSURI LINGKARAN TOPUP OJOL“.

Jangan khawatir, kualitas tulisan saya buruk, jadi tidak akan meracuni pikiran Anda, baca saja dengan santai.

Jadi, jika boleh memilih, tokoh kita ini berharap dapat putaran topup versi ramah ojol, yaitu: tiga sesi pertama order dapat non tunai alias bayar pake ovo. lalu setelahnya silakan acak-acakan.

Tiga order sesi pertama akan berfungsi sebagai amunisi penguat sinya orderan. Sebab, order jadi anyep seolah hape kurang sinyal gegara topup, itu benar adanya.

Sesi order berikutnya akan berfungsi sebagai pelumas, agar roda kehidupan berputar tanpa ragu.

Nah, ketika saldo driver abang tadi hanya 25k, dihantam nasi rendang, seharga 25k, nol-lah jadinya. Walau akan masuk 8k dari upah order, mental sempat rontok beberapa saat. Kena mental abang ini.

Obrolan ini tidak berlanjut kalo Anda berkomentar “salah sendiri mau jadi ojol”.

Kembali ke urusan ekspektasi tadi: bahwa ojol papan alas pun boleh berekspektasi, sebab berada di bawah naungan langit yang sama.

Oh ya, tidak ada pertentangan kelas di sini antara ojol papan atas maupun ojol papan alas. Yang membedakan keduanya hanya huruf T dan L.

Bagi saya, sebagusnya semua order non bokong berjalan dalam platform non tunai saja. Lebih ramah ojol, utamanya ojol papan alas apalagi yang memang inilah matapencaharian dia sematawayang.