Judulnya anjir banget, nyerempet-nyerempet urusan orang pinter dan berkuasa, padahal cuma ojol papan alas, yang rasa senangnya diukur dengan banyaknya orderan dan tips, sedangkan rasa galaunya ketika pikiran terintimidasi topup dan anyep.

Tapi emang iya sih, beberapa area dalam lingkup Ciayumajakuning, dengan responden yang seadanya dari orderan, polanya terbaca.

Parameternya adalah: Hujan turun deras, dan dua area pantau yaitu searah aspal jalan CirCiliLinggjti (sebut saja A) dan aspal Mndrcn (dataran tinggi, sebut saja B).

Inilah yang terjadi.

Ketika hujan atau sehabis hujan, orderan food akan meningkat tajam. Ini bisa dengan mudah dipahami: orang malas keluar dan lebih suka pegang hape sambil selimutan, lalu pesan food. Geser layar atas bawah, dapat menu yang fotonya konclong, cek promo, lalu tekan pesan. Sambil menghitung lembaran rupiah yang harus diserahkan ketika pesanan datang.

Dari sembilan orderan food dalam tiga hari yang hujannya turun setiap sore sampai malam:

Area A, lima dari enam orderan menggunakan pembayaran cash.

Area B, tiga dari tiga orderan, menggunakan pembayaran nontunai.

Artinya area B lebih bisa menghibur hati driver, dibanding Area A.

Kenapa disebut lebih menghibur hati? silaken baca artikel sebelumnya tentang “Menelusuri Lingkaran TopUp

Anda tak perlu serius-serius amat membaca artikel ini, jangan pula sampe nanya: menggunakan metode apa, margin of error berapa, tingkat kepercayaan berapa, apakah Grubb Test dipakai dst.

What’s Next?

Jika hujan, matikan fitur food di area A, dan nyalakan food jika di area B.