Muslim tak bisa dilepaskan dari doa, setiap jengkal langkahnya adalah doa, setiap detiknya adalah doa.
Dari bangun tidur, sampai menuju tempat tidur kembali, apanya yang tidak doa.

Sholat doa.
Makan doa.
Bepergian doa.
Bahkan ketika mati pun, di-doa-kan.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=C-F-izmJqIo

Alih-alih menulis ala anak IAIN, saya mengamati ada beberapa tipe pendoa.

Tipe minimalis dengan ucapan Bismillah, Alhamdulillah dan Astaghfirullah.

Tipe standard dengan ucapan doa lengkap yang hanya bersumber dari nash (teks) hadits dan al-Quran.

Sedangkan tipe premium tampil dengan full power kekuatan doa. Tipe ini dikenal mengamalkan doa, wirid dan hizib. tak cukup di situ saja, terkadang hanya untuk mengamalkan suatu wirid, dibuka dengan sholat hajat lalu mempuasai. Dan saat akan membacanya, didahului dengan membaca ayat tertentu, beratus kadang beribu kali.

Jangan tanya saya apa dalilnya pendoa tipe premium ini.

Tipe premium ini, adalah tipe yang tidak percaya doanya akan mudah dikabulkan, maka dengan segala upaya, diupayakan agar doa akan sampai dengan lelaku dan adab yang disukai oleh sang Pengabul Doa.

Ibarat menyajikan makanan, mulai dari penampilan fisik, suasana batin, cara penyajian dipersiapkan dengan matang dan terukur.

Uniknya tipe premium ini, hanya untuk menyampaikan satu doa saja, dia akan memilih waktu tertentu, kondisi batin tertentu, dan pengulangan berbilang tertentu, baru disampaikan hajatnya.

Kalo tipe standard, dengan doa sapujagat, merasa sudah selesai tinggal menunggu hasil.

Tidak dengan tipe premium: dengan dimampukannya dia beribadah dan berdoa saja, sudah dianggapnya rejeki luar biasa.
Itu baru proses berdoanya. Belum pada titik doa dikabulkan.

Pada titik itu, tipe premium akan selalu merasa ‘apakah pengharapan pada doa ini’ sudah mencukupi syarat dan ketentuan yang ditetapkanNya? Dia akan berputar-putar pada perasaan ‘apakah aku layak memohonkan ini’ padaNya. Saking beratnya, tipe premium tak jarang menangis dalam doa.

Tapi sebentar, ada satu tipe lagi, yaitu super premium.

Pendoa super premium adalah orangnya sudah ‘menjadi debu’ sebelum doa disampaikanya.

Orang ini mengalami Dzauq: yaitu rasa yang diterima oleh batin.

Menurut al-Ghazali, adz-dzauq merupakan kehadiran hati ketika salik berdzikir kepada Allah secara terus-menerus. Buah dari dzikir itu, kata al-Ghazali, menghasilkan cita rasa spiritual (dzauq) paling dalam di tengah kesadaran tertinggi.

Dzauq merupakan tahapan hal atau al-ahwal /kondisi spiritual pertama dalam pengalaman pengungkapan diri Allah (tajalli). Dzauq juga bisa dipahami sebagai kondisi ruhani/pengalaman spiritual salik yang larut dalam kecintaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kecuali orang-orang yang benar mencintai kehidupan akhirat dan menjaga perilaku setiap harinya untuk merasakan dzauq.

.:.
Pertanyaannya sekarang, pada tipe manakah kita berada?