Ada yang menarik dari cuitan akun @AzzamIzzulHaq yang menanggapi unggahan video tentang netralitas TNI oleh Marsekal Hadi. Sebagaimana diketahui, unggahan tersebut menimbulkan reaksi yang tak sedikit dari warganet. Pesan yang dibawa adalah tentang netralitas, tapi pesan bawah sadarnya adalah justeru meng-endorse salah satu paslon. Demikian tanggapan warganet.

Saya adalah praktisi ahli pemrograman pikiran bawah sadar. Dan apa yg disampaikan oleh Marsekal Hadi, dalam dunia pemrograman pikiran bawah sadar disebut dengan Subliminal Messages. Kapten Joko, acungan 1 jari, tidak sekalian lawan bicaranya bernama Amin? Netral?“, demikian @AzzamIzzulhaq mengomentari cuitan tersebut.

Apa itu Subliminal messages?
Menurut literatur, Subliminal Messages atau Pesan bawah sadar adalah rangsangan yang berada di bawah ambang kesadaran kita. Karena mereka berada di bawah level ambang batas absolut (ATL), kita tidak dapat melihat pesan bawah sadar, bahkan jika kita mencarinya. Itu penting. Banyak orang mengacaukan pengaruh bawah sadar dengan pengaruh bawah sadar. Dalam bahasa singkatnya, Deliver a Subtle Message, alias, menyampaikan pesan secara halus.

Subliminal messages are stimuli that lie below our threshold of conscious awareness. Because they fall below the absolute threshold level (ATL), we can’t perceive a subliminal message, even if we’re looking for it. That’s important. Many people confuse subliminal influence with subconscious influence.

Subliminal Messages ini biasanya diterapkan di dunia marketing.
Subliminal messages in advertising are designed to engage people subconsciously. These ads use various colors, shapes, and words that enable customers to make small but powerful associations between a brand and an intended meaning.“.(https://blog.hubspot.com/marketing/ads-with-subliminal-messages)

Pesan bawah sadar dalam iklan dirancang untuk melibatkan orang secara tidak sadar. Iklan ini menggunakan berbagai warna, bentuk, dan kata-kata yang memungkinkan pelanggan untuk membuat asosiasi kecil tapi kuat antara merek dan makna yang dimaksudkan.

Contohnya adalah iklan Pepsi dan Coca-cola berikut ini.Gambar kiri adalah milik Pepsi, yang mempersepsikan  Coca-cola sebagai kostum Halloween, alias kostum menakutkan. Sedangkan gambar kanan adalah punya Coca-cola, dimana Pepsi yang dianggap ingin seperti Super Hero (Coca-cola) dengan menggunakan kostum Coca-cola padahal dia Pepsi.

Contoh berikutnya adalah sampul majalah SFX.


Sampul majalah ini, pada logonya menggunakan font yang berubah-ubah, dan satu hal, huruf F pada logo selalu tertutup oleh bintang sampul majalah ini. Sehingga muncul kesan SEX dibanding SFX.

SFX adalah majalah sci-fi yang dimulai pada 1995. Majalah ini berfokus pada fiksi ilmiah dan berita fantasi – dan beberapa pesan bawah sadar untuk menarik pembaca. Banyak situs telah melaporkan bahwa logo SFX sering tampak berbeda ketika wanita ada di sampul, membuat pembaca melihat judul sebagai “SEX.”
Efeknya adalah, Majalah SFX memiliki sirkulasi sekitar 26.000 eksemplar!

Apakah efek Subliminal message bekerja?
For some, subliminal messages are synonymous with mind control: a form of insidious mental manipulation designed to alter our behavior so that we’ll buy a certain product, vote for a certain political candidate, or become socially re-engineered in some way without our consent or even our knowledge.” (sumber: https://allthatsinteresting.com/what-are-subliminal-messages)

Bagi sebagian orang, pesan bawah sadar identik dengan kontrol pikiran: suatu bentuk manipulasi mental berbahaya yang dirancang untuk mengubah perilaku kita sehingga kita akan membeli produk tertentu, memilih kandidat politik tertentu, atau menjadi rekayasa ulang sosial dengan cara tertentu tanpa kita. menyetujui atau bahkan pengetahuan kita.

Twit Marsekal Hadi Jenis Subliminal Message? 

Kembali lagi ke twit Marsekal Hadi.
Apakah yang disampaikan itu adalah jenis Subliminal Message? Bisa jadi.
Walaupun disampaikan dengan narasi ‘Netralitas’, tapi justru pesan yang ditangkap adalah justru meng-endorse pilihan kepada paslon tertentu. Pesan halus (subtle message) ada pada pemilihan nama Kapten INF. Joko, dan jari simbol angka satu, juga pemilihan jenis font, pada kata KORAM1L, dimana huruf i-nya memilih font mirip angka 1.

Beberapa warganet mengomentari postingan Marsekal Hadi.

akun @Yosrizal8486 membalas, “Pengen tabayun jenderal, kapten Joko dan tulisan KORAM1L, bagaimana ? C mon Jenderal jangan sampai ada dusta di antara kita“.

Nama Kapten INF. Joko juga dipermasalahkan akun @zarazettirazr. Politikus Demokrat yang tinggal di Brisbane Ausie ini membalas, “Jarinya ngacung2 1 Namanya JOKO Gak sekalian lawan bicaranya AMIN namanya?“.

Percaya atau tidak, kita memang sedang berhadapan dengan Subliminal Message.(Izulthea.com)