media-sampah-koplak

Sebagai publisher Adsense yang sudah lama menerima penghasilan dollar, rendahnya nilai tukar rupiah kadang memicu semangat untuk meningkatkan revenue dan berharap dollar akan terus perkasa terus seperti itu. Ibarat dukun yang berharap penghasilan berdasarkan berapa jumlah orang yang sakit, makin banyak dan parah sakitnya makin senang.

Begitu? Dalam kondisi negara kita yang makin tak keruan ini, masih pantaskah kita berharap seperti ini?
Tidak, Jangan, Ingat dosa!!!

Publisher ID harus berempati terhadap apa yang terjadi dengan bangsa ini. Biarlah pembantu-pembantu presiden itu bilang “Rupiah Turun Pemerintah Untung” sesuka hati mereka. Kita jangan ikut-ikutan koplak seperti itu.

Saya sendiri hidup di lingkungan masyarakat biasa. Semua kenaikan harga, mulai BBM, sembako dst, ditambah penuruan nilai rupiah, sangat menyiksa.

….

Dalam sebuah obrolan ringan istri saya dengan tetangga….

Gimana, mbak, sesuai harapan Mbak dengan Jokowi?
Halah mbak, ngapusi. Semua kacau balau, semua tak sesuai harapan.

Kok bisa bilang seperti itu, bukannya Mbak pendukung setia lahir batin?
Ya mau gimana lagi, itulah kenyataan hidup. Sekarang anak saya berhenti les, berhenti ngaji di TPA – karena bayarannya jadi naik 50ribu/anak, berhenti langganan TV, dan anak saya ndak jajan lagi.

Bukannya bagus kayak gitu Mbak, hidup makin hemat dan makin kreatif menjalani hidup?
Haiyah… hemat apanya Mbaaakk… yang ada makin melarat, makin susah.

Trus?
Trus apanya Mbak, Aku nyesel milih Jokowi. Tapi cuman Mbak yang tau, aku malu.