Ilustrasi Harga Minyak Turun (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Ilustrasi Harga Minyak Turun (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Diketahui.:
– 1 USD = Rp. 12.000 (kurs western union hehe)
– harga minyak mentah USD 86 per barrel.
– Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin = USD 10 per barrel.
– 1 barrel = 159 liter.

Sumber harga miyak mentah pada artikel liputan6.com:
Reuters, Jumat (31/10/2014), harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Desember 2014 ditutup turun US$ 88 sen menjadi US$ 86,24 per barel, setelah jatuh ke level US$ 85,92 per barel.

=======

Berapa BIAYA yang dikeluarkan untuk menjadikan minyak mentah menjadi premium per liternya?

(USD 10 : 159) x Rp. 12.000 = Rp. 754,71 – kita bulatkan menjadi Rp. 750 per liter. >>>>  biaya minyak mentah per liter

Harga Minyak Mentah per liter:
(USD 86 : 159) x Rp. 12.000 = 6490.56

Kita bulatkan menjadi Rp. 6.500.

 

Harga Pokok
—————-
Maka jumlah seluruhnya kan Rp. 6.500 ditambah Rp. 750 = Rp. 7.250 ?
Minyak mentah + biaya = Harga Pokok

>>>>>> Dijual Rp. 6.500. <<<<<<

Jadi rugi sebesar Rp. 750 per liter (Rp. 7.250 – Rp. 6.500).

Kerugian ini yang harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, DAN dinamakan SUBSIDI.

===========================
SELESAI? BELUM
===========================

SEKARANG MENGAPA MENGHARGAI MINYAK MENTAH YANG MILIK KITA SENDIRI DENGAN HARGA MINYAK YANG DITENTUKAN OLEH ORANG LAIN NYMEX?

Minyak mentah dari perut indonesia, diolah di Indonesia, Untuk rakyat Indonesia, harga minyak mentahnya pakai harga Dunia????

UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2.

———————————————–
Bunyinya :

“HARGA BAHAN BAKAR MINYAK DAN GAS BUMI DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT DAN WAJAR.”

Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX ?

JADI HARGA YANG DITENTUKAN DI SANALAH YANG HARUS DIPAKAI UNTUK HARGA MINYAK MENTAH DALAM MENGHITUNG HARGA POKOK.

Tapi itu akal-akalannya korporat asing yang ikut membuat Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut.

Mengapa bangsa Idonesia yang mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang ditentukan oleh NYMEX ?

Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya bertentangan dengan konstitusi kita.

Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi :

“HARGA BAHAN BAKAR MINYAK DAN GAS BUMI DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT DAN WAJAR DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI BERTENTANGAN DENGAN UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA.”

[iframe http://hukum.unsrat.ac.id/mk/mk_2_2003.pdf 800 800]