Assalamualaikum Wr. Wb.
Ustadz, benarkah lagu Indung-Indung ini sengaja dibuat begini atau terpengaruh/diwarnai ide Syiah? Siapakah penciptanya pertama ya? Kalau kita dengar liriknya dgn seksama memang terasa menghujat Ummul Mukminin…

Atau ini hanya ketidaksengajaan karena liriknya memungkinkan multiinterpretasi?

Aduh…aduh siti Aisyah
Mandi di kali rambutnya basah
Tidak sembayang, tidak puasa
Di dalam kubur mendapat siksa

wassalam
Anugrah Roby Syahputra
via Facebook


Walaikumsala warahmatullohi wa barokatuh..

Mengenai senandung “siti Aisyah”, Saya memilih utk mengatakan TIDAK, karena:

Pertama, dua baris pertama tidak ada hubungan dgn dua baris kedua, dua baris pertama semacam sampiran kalau di pantun, isi lagu ada pd dua baris kedua.
Contoh:
Indung Indung Kepala Lindung
Hujan Di Udik Di Sini Mendung
Anak Siapa Pakai Kerudung
Mata Melirik Kaki Kesandung

(Indung-indung…) Tidak ada hubungan dengan (anak siapa…), demikian juga pada bait (Aduh Aduh Siti Aisyah…) Tidak ada hubungan sama sekali dengan dua baris berikutnya: (Tidak Sembahyang…).

Kedua, kenapa pilihannya pada Aisyah, saya melihat lebih karena meyesuaikan irama pd akhir baris. (AiSYAH – baSAH), (linDUNG-menDUNG). Apalagi nama Aisyah adalah nama yg sangat familiar di masyarakat Melayu, jadi muncullah nama tsb.

Yg jelas, kalau kita amati, lagu tsb bukan ingin mengatakan “Aisyah tidak shalat dan puasa”

Wallahu a’lam.