Assalammu’alaikum Wr. Wb
Pak Ustad, apa hukumnya kalau pegawai masuk kerja dengan uang pelicin atau sogokan? Apa uang yang diterimanya tiap bulan (gaji) menjadi haram. Wassalam

Rian, Kijang


Wa’alaikumussalam Wr Wb

Uang pelicin itu ada 2 kemungkinan:
Pertama, bisa boleh, kalau untuk mengambil hak kita dan kita berada diposisi terzalimi, contoh: kalau peserta tes adalah orang yang tidak sesuai dengan kapasitasnya, misalnya tes penerimaan guru agama, dari 20 peserta hanya anda satu-satunya yang berasal dari fakultas syari’ah, sementara yang lainnya lulusan fakultas tehnik, sementara itu semuanya main duit supaya lulus (padahal mereka tidak memiliki kapasitas disitu), maka terpaksa anda main duit juga supaya lulus, ini dibenarkan. Sebab kalau yang lulus adalah orang yang tidak ahlinya (gara-gara pakai sogokan), maka akan memberikan kemudharatan. Ini namanya uang sogokan untuk mengambil hak kita, kita berada diposisi terzalimi untuk mengambil hak kita. Yang seharusnya lulus secara fair, namun akan terhambat gara-gara kezaliman mereka panitia penerimaan PNS.

Kedua, bisa haram, kalau mengambil hak orang lain yang berpeluang sama, contoh: kalau dari 20 peserta tes penerimaan kantor kesehatan semuanya lulusan fakultas kesehatan dari kampus yang sama-sama “beken”, maka anda diharamkan menggunakan uang pelicin supaya lulus, karena kalau anda lulus gara-gara uang pelicin, padahal semuanya memiliki kapasitas yang sama, berarti anda tidak fair dan termasuk mengambil hak orang yang seharusnya dia lulus tanpa uang pelicin jadi tidak lulus gara-gara tidak pakai uang pelicin.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, beliau berkata: “Rasulullah melaknat orang yang menyogok (memberi suap) dan orang yang disogok (menerima sogokan).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Shahih menurut Syaikh al-Albani).

Kalau anda terindikasi menyogok tipe nomor 2, maka anda sudah melakukan kemaksiatan, dan oleh karena itu anda harus segera bertaubat kepada Allah atas semua kelalaian tersebut, mudah-mudahan gaji anda menjadi halal, wallahu a’lam.

#