Asalamualaikum Wr Wb
Seorang pria menikah dengan wanita yang berbeda agama, kira-kira gimana pak ustad, apa sang pria harus mengikuti agama si wanita, apa si wanita harus mengikuti agma sang pria, tolong di jawab ya pak ustad,

wasslam
Seno, Batuaji


Wa’alaikumussalam Wr Wb
Mayoritas ulama membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita Yahudi dan Nasrani (Ahli Kitab) selama memenuhi syarat, dan haram menikahi wanita agama apapun (selain Yahudi dan Nasrani), sesuai dengan firman Allah, “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu.” (QS. Al-Maidah : 5).

Adapun syarat menikahi wanita Yahudi dan Nasrani di antaranya:

Pertama, wanita tersebut adalah wanita yang baik-baik yang pandai menjaga kehormatannya (menjaga auratnya dan tidak bergaul bebas). Tapi kalau wanita Yahudi dan Nasraninya suka mengumbar aurat maka tidak layak dinikahi oleh laki-laki muslim.

Kedua, pernikahan harus mengikuti aturan Islam, dan tidak boleh mengikuti ritual pernikahan Yahudi dan Nasrani. Kalau pernikahan dilakukan menggunakan agama Yahudi dan Nasrani, bisa-bisa suaminya dihukumi keluar dari Islam alias murtad. Perkara ini sangat rawan sekali.

Ketiga, anak harus ikut agama ayahnya, jangan ikut agama ibunya. Dan istrinya tidak harus ikut agama suaminya, tetapi seharusnya demi kebaikan rumah tangganya di dunia dan akhirat, suaminya harus terus mendakwahi istrinya untuk memluk agama Islam.

Kalau 3 syarat ini tidak terpenuhi maka haram hukumnya menikahi wanita Yahudi dan Nasrani.

TETAPI – MUI, PBNU, Majlis Tarjih Muhammadiyah memilih mengharamkan total pernikahan beda agama, karena pertimbangan mudharatnya jauh lebih banyak dibanding manfaatnya dan berdasarkan firman Allah, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah :221).

Wallahu a’lam bish shawab

#