nikah
Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak Ustad, apakah sah nikah seseorang apabila mas kawin dibeli pakai uang pihak perempuan?  Wassalam..
Nina, Batamcenter
08127041XXX
 
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Pada dasarnya mas kawin atau mahar adalah barang atau sesuatu yang berharga yang wajib diberikan oleh suami kepada istrinya, yang akan menjadi milik penuh istri, dikarenakan ikatan pernikahan. Berdasarkan perintah Allah ta’ala, “Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4).

Abu Salamah menceritakan, “Aku pernah bertanya kepada A’isyah, “Berapakah mahar Nabi untuk para istrinya?” Aisyah menjawab, “Mahar beliau untuk para istrinya adalah sebanyak 12 uqiyah dan satu nasy.” Lalu A’isyah bertanya, “Tahukah kamu, berapa satu uqiyah itu?” Aku menjawab, “Tidak” Aisyah menjawab, “Empat puluh dirham.” Aisyah bertanya, “Tahukah kamu, berapa satu nasy itu?” Aku menjawab, “Tidak”. Aisyah menjawab, “Dua puluh dirham”. (HR. Muslim).

Nah, perlu diperjelas sebenarnya maksud dari kalimat, “Dibeli pakai uang pihak perempuan” apakah maksudnya dipinjamkan kepada suami, atau suami dikasih atau dihadiahkan uang oleh pihak istri. Kalau dipinjamkan berarti suami berkewajiban melunasinya, kalau dikasih atau dihadiahkan maka mahar itu memang asalnya milik suami 100 persen. Dari dua kondisi ini, kedua-duanya sah pernikahannya.

Tapi, kalau uang itu dianggap mahar istri kepada suami, maka ini salah sekali, karena mahar bukan kewajiban istri tapi kewajiban suami.

Wallahualam bis shahwab.

#