Assalamualaikum Wr. Wb.
Pak ustad, saya seorang istri yang ditinggal suami (belum cerai) dua bulan. Suami saya membawa kedua anak kami yang masih kecil. Suami saya menyuruh saya untuk menunggu dia selama tiga bulan. Apakah itu artinya dia menalak saya? Mohon penjelasannya pak, karena saya mualaf.

Wassalammualaikum Wr. Wb..
Sinta, Hp: 081270089XXX

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Sebatas suami pergi meninggalkan Anda dan tidak mengatakan kata cerai ataupun talak, maka statusnya Anda masih istri yang sah, sebab sekedar pergi saja tidak masuk dalam bentuk perceraian.

Perceraian itu bisa jatuh (sekalipun belum diputuskan pengadilan) apabila suami Anda mengatakan, “Aku ceraikan kamu” atau “Aku talak kamu”, atau dengan ungkapan yang samar-samar yang disertai niatan menceraikan, seperti “Pulang saja kamu ke rumah orang tuamu”, tetapi kalau ketika  ungkapan sama-samar tersebut tidak diniatkan cerai, maka tidak jatuh talak.

Justru, perbuatan suami Anda itu masuk dalam bab kezaliman suami terhadap istrinya, karena meninggalkan istrinya selama itu. Nah, dalam kondisi ini, Anda berada pada dua kemungkinan:

Pertama, Anda bersabar sampai 3 bulan, setelah itu Anda minta kejelasan status Anda, apakah sudah diceraikan apa belum.

Kedua, Anda melapor ke pengadilan agama atas kezaliman suami Anda yang kabur begitu saja, bahkan memisahkan Anda dengan anak kandung Anda sendiri.

Intinya, Anda masih tetap dianggap istri yang sah, selama suami belum menceraikan Anda dengan kata-kata.

Wallahu a’lam bis shahwab.

#

#