Saya mulai mengerjakan website klien tanggal 3 februari 2013, selepas saya dirawat di rumah sakit. Tantangan pertama adalah, ketika klien saya “diejek” oleh admin web tetangga. Katanya, “trafik kalian kok cuman 1.8juta” seraya menunjukkan, traffic mereka bertahta di angka 300ribuan.

Lalu, klien ini menyampaikan “keluhkesah”nya yang barusan tadi. Saya bilang, ‘Tunggu, tak sampai tiga bulan, pasti kita libas”

Dan saya membuktikan tepat tiga bulan lewat 1 minggu, traffic dari web kompetitor tadi perlahan mulai tertinggal dari traffic web klien saya. dia masih berkutat di angka 300ribu kebanggaannya, sedangkan web klien saya terus melaju.

Saking kencangnya melaju, ada satu web unggulan yang ternyata terlewati juga. Web ini adalah web unggulan di Batam, dan digadang-gadang sebagai web terbesar. Hingga kejadian ini “mengusik” ketenangan tetangga lainnya.

Selanjutnya, saya didatangi beberapa orang yang dengan lugas ingin tuntas, bertanya (tepatnya mempertanyakan), “mengapa kalian begitu melesat? apa gak pake trik kotor”?

saya jawab, “That is Not My Style“.

Semua yang saya lakukan mengalir begitu saja.

Bedanya, saya perlu tahu kapan Google Bot mampir ke websita klien saya. Dan supaya Google Bot betah, saya harus melakukan sesuatu. Itu Rahasia yang saya buka. Eh, sebenarnya bukan rahasia, itu sudah ada di belantara internet.

coba lihat, menarik bukan?