Kawan tentu paham, tak jarang dapat tawaran hadiah gebyar ini-itu dari hape, baik itu sms, telpon atau bbm.Tak sedikit pelaku menelpon korbannya dengan berbagai skenario.

Terakhir, kasus penipuan menimpa Habib warga Batam. Dia dijanjikan dapat mobil, hadiah buat pelanggan yang beruntung, ya diundi tadi malam jam24.00 (nipunya keliatan).

Berikut petikan berita dariPMOnline.

#####

image

Warga Batamcentre ini sudah terjerat jeratan pertama si penipu. Ia percaya dia memang beruntung, dan kemudian segera menghubungi si pengirim BBM. Singkat cerita, “mahar” Rp 60 juta yang harus dibayar di muka oleh Habib untuk uang pajak pemenang, disanggupi. Cerita berikutnya sudah tertebak, uang sebanyak itupun kemudian hilang diembat si penipu. Senin (14/10) lalu, Habib kemudian melaporkannya kasus penipuan yang dialaminya ke polisi Polresta Barelang.

Bermodal laporan Habib inilah kemudian polisi mengusut siapa orang yang telah menipu Habib. Unit Kejahatan Dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Barelang, bekerja keras menemukan keberadaan pelaku akhirnya terlacak. Berhasil. Yang kemudian membuat pening lagi, si pelaku terlacak berada jauh dari Batam. Di sebuah kabupaten kecil di Sulawesi Selatan bernama Pinrang, berjarak sekitar 158 kilometer dari ibukota Sulsel, Makassar. Itupun lokasi para penipu beraksi jauh di pedesaan di tengah sawah. “Setelah dilacak, kita berangkat. Di sana kita dibantu tim Krimsus (kriminal khusus) Polda Sulawesi Selatan,” kata Inspektur Satu Andy Sofyan, Kepala Unit Jatanras Polresta Barelang, Kamis (24/10).

Menangkap pelaku, kata Andy, cukup sulit mengingat kelihaian para pelaku yang sangat menguasai medan. Tapi menjelang Lebaran Haji kemarin, tim berhasil menangkap dua pelaku bernama Sahapudin dan M. Sayangnya, saat pengembangan untuk mengambil barang bukti, M kabur dan kini namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan. “Kita lewat hutan, barang bukti disimpan di tengah sawah. Saat pengembangan, M kabur, karena menguasai daerah tersebut kita kehilangan jejak,” kata Andy.

Di tengah sawah itu tim menemukan gubuk kecil. para penyidik terperanjat melihat isi gubuk. Di dalamnya terdapat peralatan internet lengkap dengan fasilitas. “Saat kita masuk, sudah kosong. Tapi di dalamnya seperti warnet, laptop, modem sudah siap di meja.

Herannya, belasan hape yang kita amankan posisinya tergantung semua. Mungkin karena pengaruh sinyal,” Andy menduga.

Dari pengakuan Sahapudin, ia sudah melakoni pekerjaan itu sekitar dua tahunan, semantara M hampir lima tahun lebih. Sementara yang berkomunikasi dengan korban ada empat pelaku di antaranya Sahapudin, M, I, dan S.

Ironisnya, sambung Andy, sekitar 80 persen masyarakat di pedesaan tempat Sahapudin ditangkap, mereka bekerja seperti ini. “Kalau orang Makassar bilang penipuan lewat dunia maya ini dengan istilah pasogis. Mereka bekerja seperti ini dari kecil. Selain bertani, ini pekerjaan selingannya. Modusnya berupa korban mendapatkan undian dari Telkomsel, mendapatkan undian dari Indofood, tolong kirimkan pulsa mama, dan tolong invite pin baru saya,” sebut Andy.

Andy menambahkan, sindikat ini juga punya website sendiri, mulai dari siapa pimpinan dan struktur kepengurusan, serta hadiah-hadiah yang dijanjikan untuk meyakinkan korban-korbannya. Setiap saat pelaku selalu online dan update. Ada istilah short message service (sms) custom yang dikirim lewat laptop. Untuk nomer hape, ditulis satu persatu secara berurutan. Nah dengan sms custom inilah mereka bisa mengirim sekali SMS ke 5.000 nomor hape. “Sekali dikirim itu ada yang masuk dan ada yang enggak,” katanya.

Posted from WordPress Android