Tadinya, saya tak pernah berniat untuk memperhitungkan ranking alexa itu. Kebayang pun tidak. Tapi adanya kawan di batam yang menyebut ranking alexa sebagai parameter ketenaran sebuah website, menjadikan saya berpikir ulang. Saya pikir, O.. kalo begitu bearti alexa bisa jadi tolak ukur.

Tapi, selang tiga bulan selanjutnya parameter popularitas website, kawan tadi berubah. Katanya, buat apa alexa-alexaan, yang penting bagaimana kebutuhan pembaca bisa dipenuhi.

Lupa, bahwa metrik alexa itu menunjukkan angka yang jujur untuk menilai sehebat apa website kawan. Nilai ranking yang semakin kecil berbanding lurus dengan popularitas.

Mungkin, ‘apa itu alexa-alexaan’ adalah alasan yang bisa dipakai untuk sementara waktu.

Selanjutnya, jika alasan di atas mentah, akan bergeser dengan pernyataan berikut ini: ”┬ádiakalin ya?” atau “wajarlah, “kontennya rada semi-semi gitu”

ah, manusia emang begitu.