Ass Wr Wb, Pak ustad jika seorang gadis menikah dibawah tangan, dengan wali hakim, pernikahan tidak diketahui orang tuanya, apakah sah pernikahannnya? terimakasih.
pengirim 0852721089xx
Wa’alaikumus salam Wr Wb.
Pernikahan apapun namanya, selagi tidak ada izin dari wali perempuan (ayahnya kalau ayahnya masih ada), maka pernikahan tersebut batil alias tidak sah, Rasulullah bersabda, “siapa saja perempuan yang menikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, Syaikh Al-Albani mengatakan haditsnya shahih).
Dan kalau pernikahan tak sah tersebut diteruskan juga, maka hukumnya zina, dan zina adalah dosa besar, bisa dibayangkan kalau 3 tahun mereka berumahtangga, selama 3 tahun mereka berzina, inna lillah, betapa besarnya dosa mereka dihadapan Allah.
Adapun ustadz (wali hakim) yang berani-beraninya menikahkan tersebut, akan berdosa berlipat-lipat kali ganda dan lebih besar dari dosa suami istri tersebut, karena menghalalkan perbuatan yang sebenarnya zina (sekalipun dia tidak berzina), Rasulullah bersabda, “sedang barangsiapa yang mengajak ke arah keburukan, maka ia memperolehi dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (HR. Muslim). Dan dosanya bertambah-tambah, karena berani-beraninya “ustadz bodong” tersebut menghalalkan yang diharamkan Allah.
Allah pernah menegur nabi yang pernah berkeinginan mengharamkan dirinya minum madu demi menyenangkan hati isteri-isterinya, “Hai nabi, Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tahrim : 1).
Solusinya adalah segera adakan akad nikah ulang dengan seizin wali perempuan, supaya hubungan zina tersebut berlarut-larut. Dan jangan nikah siri, sebab nikah siri membuat wanita lemah dimata hukum.
Wallahu a’lam.