Ass Wr Wb. Pak ustad saya Arip di Nagoya. Apa hukumnya orang bertato kalau dia shalat. Mohon penjelasan. Terimakasih.
pengirim 0812701126xx
Wa’alaikumus salam Wr Wb.
Pada dasarnya membuat tato hukumnya haram, Rasulullah bersabda, “Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud).
Tato juga menghalangi sampainya air ke anggota wudhu dan mandi, oleh karena itu wudhunya menjadi tidak sah, kalau wudhu tidak sah, maka efeknya shalat juga menjadi tidak sah.
Tetapi kalau ada orang yang sudah memiliki tato bertaubat, maka seharusnya dia menghilangkan tatonya dengan cara tidak menyakiti tubuhnya, kalau tato bisa hilang tanpa menyiksa dirinya, maka dia wajib menghilangkan tato tersebut sebagai wujud keseriusan taubatnya kepada Allah.
Tetapi kalau ternyata tato tidak bisa dihilangkan kecuali dengan cara menyakiti dan membahayakan tubuhnya, maka cukup sudah taubatnya tanpa dia harus menyiksa dirinya, karena menyiksa diri hukumnya haram, Rasulullah bersabda, “tidak boleh ada bahaya bagi diri sendiri dan bahaya bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah. Syaikh al-Albani mengatakan haditsnya shahih), Allah berfirman, “Dan berinfaqlah kalian di jalan Allah, dan jangan jerumuskan diri kalian sendiri kepada kehancuran. Berbuatlah baik, karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Al-Baqarah : 195). Allah juga berfirman, “Maka bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian” (QS. At-Taghabun : 16).
Wallahu a’lam.