Ass Wr Wb. Maaf sebelumnya, apa hukumnya oral seks dengan istri, untuk pemanasan dalam melakukan hubungan intim? Terimakasih.
pengirim 0853263736xx
Wa’alaikumus salam Wr Wb.
Pada dasarnya yang tegas-tegas larangan dalam hubungan jima’ suami dan istri cuma 2 hal: bercampur dimasa haid, dan berhubungan melalui dubur.
Allah berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci, apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222).
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Apapun alasan melakukan oral seks, entah sekedar pemanasan, variasi dan lainnya, menurut sebagian ulama hukumnya tetap haram. Dalil keharamannya antara lain:
Pertama, kemungkinan besar tertelan madzi (air yang keluar dari kemaluan, air ini bening dan lengket. Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang muncul pada seseorang), madzi hukumnya najis, najis haram ditelan,
Dalil haramnya makan yang najis adalah berdasarkan riwayat dari Maimunah bahwa Nabi ditanya tentang lemak yang kejatuhan tikus, maka beliau bersabda, “Buanglah tikusnya dan buang juga lemak yang berada di sekitarnya lalu makanlah lemak kalian.” (HR. Bukhari).
Kedua, menyerupai binatang, dibanyak riwayat Rasulullah melarang kita  menyerupai binatang, seperti hadits: Rasulullah bersabda, “Perbetulkanlah kedudukan ketika sujud, dan janganlah salah seorang di antara kamu meluruskan kedua lengan tangannya seperti anjing meluruskannya.” (HR. Bukhari).
Ketiga, mulut dan lisan adalah untuk berdzikir, maka tidak layak difungsikan untuk hal-hal yang dianggap menyerupai binatang tersebut.
Wallahu a’lam.