asslammu’alaikum wr.wb  pak ustad apa ukum saorang istri tidak mau mendengar nasihat suami utuk betaubat appa lepas tanggung jawab saorang suami?
wassalam  ramli nagoya
81364086xxx
 
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Tugas seorang suami adalah mengajak dan mengupayakan istri dan anak-anaknya berada dijalan yang diridhai Allah. Adapun cara mengajak dan membimbing mereka, tidak selamanya dengan bahasa kata-kata, tetapi juga harus ada contoh dan keteladanan dari suami (kepala rumah tangga), disamping itu suami harus membimbing mereka dengan lemah lembut penuh kebijaksanaan, sebagaimana pesan Allah, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl : 125).
Namun, kalau dengan cara lemah lembut tak kunjung juga membaik, anda boleh memberikan sangsi pisah ranjang dan kalau gagal juga, anda boleh memukulnya asal tidak menyakiti dan membuat luka, dan menghindarkan pukulan ke muka. Allah berfirman, “Dan wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-nya (pembangkangan), Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. An-NIsa : 34).
Kalau sama sekali semua cara tersebut gagal, keputusan akhir ada ditangan anda, istri anda adalah contoh bagi anak-anak anda, tetapi kalau kemudian menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak anda, maka berpisah adalah solusinya.
Apakah (setelah semua cara anda upayakan termasuk sngsi pisik) and juga ikut berdosa gara-gara dia tidak mu mendengar nasehat..? Tentu tidak, sebab tugas kita bukan memberikan hidayah tetapi memberitahu dan menyampaikan kebenaran, kalau semua cara mentok semua, maka anda tidak berdosa, tapi kalau sengaja malas menegur, maka anda berdosa mendiamkan kebatilan dirumah tangga anda, padahal anda adalah pemimpin rumah tangga tersebut. Allah berfirman, “para lelaki adalah pemimpin bagi para wanita (istri).” (QS. An-Nisa : 34).
Semoga Allah berikan anda jalan keluarnya.
Wallahu A’lam bish Shawab