Assalamualaikum Wr Wb
 Begini pak ustad, istri menanggung semua biaya kebutuhan rumah tangga. Yang saya mau tanya, apa hukumnya istri memikirkan semua biaya rumah tangga, sementara suami saya kerja. Saya sendiri ada usaha warung. Tapi semenjak saya bekerja, suami tak pernah lagi peduli keperluan keluarga. Bagi saya, sangat berat memikirkan semuannya. Tapi saya tidak berani ngomong sama suami. Meski berat terus saya jalani saja. Dan insya Allah saya selalu shalat duha meminta rezeki, biar kuat menanggung biaya hidup keluarga. Padahala gaji suami saya menurut cerita teman-temannya lumayan besar. Jadi apa hukumnya suami saya yang sepeti itu? Terimakasih,
Wassalam, dari Ibu Rika
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Allah mewajibkan setiap suami untuk bekerja menafkahi anak dan istrinya, Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa : 34).
Di lain ayat Allah juga berfirman, “dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 233).
Dan Rasulullah ketika ditanya oleh Hindun bin Utbah tentang suaminya (Abu Sufyan) yang pelit, apakah boleh mengambil harta suaminya diam-diam, Rasul menjawab, “ambillah, sesuai dengan kebutuhanmu dan anakmu dengan baik.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits ini Rasul membolehkan istrinya “nyolong” harta suaminya sesuai dengan kebutuhannya. Itu berarti suami wajib menfkahi istrinya.
Karena menafkahi istri dan anak hukumnya wajib, maka suami yang tidak mau menafkahi anak istrinya, padahal dia masih mampu mencari nafkah, maka suami tersebut berdosa. Dan istri tidak berdosa mengambil harta suaminya diam-diam sesuai dengan kebutuhan (bukan sesuai denga nafsu dan syahwatnya).
Tetapi sebaiknya, ibu tidak diam, bicaralah dengan baik dengan suami, pilih waktu yang tepat dan bahasa yang tepat dan lembut, semoga Allah berikan ibu jalan keluarnya.
Wallahu A’lam bish shawab