Assalamualaikum pak ustad, saya mau nanya apa hukumnya gadai bpkb motor dg bunga diatas 3 persen? trimksih mohon dijawab..
853565627xx
Wa’alaikumussalam..
Ada beberapa hal yang perlu diperinci:
Pertama, Menggadaikan barang dibenarkan di dalam Islam, sebab nabi sendiri pernah menggadaikan baju besi beliau kepada orang Yahudi ketika beliau tidak mampu membayar cash (HR. Bukhari dan Muslim). Biasanya, orang yang menggadaikan barang karena berhutang dengan pihak lain, dan barang yang digadaikan pada dasarnya hanyalah jaminan keseriusan peminjam untuk melunasi hutang. Allah berfirman, “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh peminjam).” (QS. Al-Baqarah: 283).
Kedua, barang yang digadaikan secara kepemilikan adalah milik peminjam (orang yang berhutang), artinya ketika peminjam tidak sanggup melunasi maka barang jaminan tersebut wajib dijual untuk melunasi hutang yang kurang, tentu dengan persetujuan dari pemilik barang dan dijual dengan harga yang wajar dan tidak menzalimi, kalau ternyata penjualan barang yang digadaikan tersebut melebihi jumlah hutangnya, maka kelebihannya harus diberikan kepada pemiliknya.
Ketiga, karena akadnya adalah pinjam meminjam (hutang), maka tidak boleh ada bunga sedikitpun, Rasulullah tegas mengatakan, Fudhalah bin Ubaid mengatakan “Setiap piutang yang memberikan keuntungan (bunga), maka (keuntungan) itu adalah riba.” (HR. Baihaqi), riwayat ini sekalipun dinyatakan lemah oleh Syaikh al-Albani, tetapi tidak bertentangan dengan pendapat sahabat seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan Ubay bin Ka’ab yang melarang dan membenci piutang yang menarik keuntungan (riwayat ini dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Mukhtashar Irwa’ al-Ghalil).
Keempat, karena bunga tersebut haram dan termasuk riba, maka sedapat mungkin dihindarkan, karena riba termasuk dosa besar, Dari Ali bin Abi Thalib, “Rasulullah melaknat 10 orang (diantaranya): pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya.” (HR. Ahmad, haditsnya dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani).
Kelima, sekarang sudah ada pembiayaan melalui bank syariah, mungkin dalam hitung-hitungannya terkesan lebih mahal, namun tentu (husnu zhan kepada MUI), lebih aman dibanding muamalah dengan bank atau lembaga keuangan ribawi yang menerapkan bunga.
Wallahu A’lam bish-shaawab.
#