Aslamualaikum pak Saya mau tanya, Saya adopsi anak laki-laki sejak lahr sekarang umurnya sdah 11 tahun. Bolehkah nama bin nya nama bapaknya atau bapak kandungnya dan smpai batas umur  berapa kita mengadopsinya.
trima ksh sblumnya
waslamualaikum wb

081371343xxx
Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Mengasuh anak adalah perbuatan mulia, tetapi satu hal yang harus diingat, Islam sangat tegas terkait masalah nasab, nasab dalam Islam mengikuti bapak kandungnya, bukan bapak angkatnya, sekalipun bapak angkatnya lah yang membiayai dan menfkahinya sejak lahir.
Dari Ibnu Umar bahwa Zaid bin Haritsah maula (hamba sahaya) Rasulullah, (Ibnu Umar berkata), “Dulu kami tidak memanggil Zaid kecuali dengna panggilan Zaid bin Muhammad, sehingga turunlah ayat; (panggillah anak-anak angkatmu dengan (menasabkan kepada) nama bapak-bapak mereka, karena itulah yang lebih adil di sisi Allah (QS. Al-Ahzab : 5).” (HR. Bukhari no. 4782, dan Muslim no.2425).
Rasulullah saw menegaskan, “Siapa-siapa yang memanggil seseorang kepada yang bukan nama bapaknya, sedangkan dia tahu bukan bapaknya maka diharamkan kepadanya masuk syurga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun usia untuk mengadopsinya bisa umur berapapun selagi itu memberikan kemaslahatan. Tetapi jangan dilupa anturan hubungan dengan anak adopsi atau anak angkat, mereka adalah orang asing (bukan mahram) dalam keluarga anda, artinya kalau dia sudah baligh, kalau dia perempuan, dia harus menjaga auratnya kepada bapak angkat dan saudara angkat laki-lakinya, pun andai dia laki-laki maka ibu angkatnya harus menjaga auratnya dihadapan anak angkatnya.
Demikian juga kalau anak angkat (adopsi) tersebut perempuan dan dia mau menikah, maka yang menjadi wali sahnya adalah bapak kandungnya, kalau bapak kandungnya sudah wafat, maka kakek kandung lalu saudara kandungnya yang berhak menjadi wali, adapun bapak angkatnya dan saudara angkatnya sama sekali tidak bisa menjadi walinya.
Tapi lain halnya kalau anak adopsi tersebut keponakan anda sendiri misalnya, maka sekalipun dia berstatu anak angkat, tetapi dia adalah mahram bagi anda, karena status keponakan bukan karena statu anak angkat (adopsi). Allah berfirman, “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan.” (QS. An-Nisa : 23).
Wallahu A’lam bish Shawab