Sesuai amanat para tokoh bangsa, ulama, dan umaro untuk menjadikan pilpres kali ini jauh dari kesan seram dan tegang, beberapa ibu bangsa melakukan kampanye ceria.

Kampanye ceria betulan atau tidak, wallahu`allam, Hanya Allah yang Maha Tahu. Sebab, roman-romannya, cara kampanye seperti itu kalo keseringan bisa membuat perut mual, tanpa gejala awal.

Anggap saja ini tahun 2014, maka gaya kampanye ala calon pemimpin bangsa seperti ini, akan menarik simpati. Apalagi dikesankan lingkungan sekitar hening dan sepi, seolah ‘Hanya aku yang bekerja-kerja-kerja, dalam sunyi tanpa gaduh’.

Ini dia.

Jika, gambar diatas dinilai sesuatu yang positif, maka (kalo bisa) harus kita tiru. Sebisa mungkin mirip, biar berkah 🙂
Maka hasilnya adalah seperti ini.

Harusnya, gambar kedua menimbulkan efek dan reaksi yang sama dengan  gambar satu. Bedanya, gambar dua semua style disatukan, sedangkan gambar pertama, stylenya nyicil. Kadang depan pohon karet, kadang sendirian di lahan kebakaran, kadang cuci muka di tepi laut. dst. dst.

Emang gak boleh? ee boleh dong, horang tenar mah bebasss…
Btw, kamu eneg? Iya, saya juga!