Assalammu’alaikum Wr. Wb
Pak Ustad, bagaimana menjaga rumah tangga yang selalu ribut dan menjadi istri yang Solehah, walaupun suami mulai berpaling ke wanita lain. Wassalam

Santi, Tiban


 

Wa’alaikumussalam Wr Wb
Sebenarnya untuk menghindarkan cekcok adalah menjadi istri yang shalihah, hanya itu modal yang akan meredam konflik rumah tangga.

Adapun modal untuk menjadi istri yang shalihah tidaklah banyak, Di antara petunjuk nabi untuk menjadi istri shalihah, sebagai berikut:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai, shahih menurut Syaikh al-Albani)

2. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Rasulullah bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Semua sahabat diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! ya Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu se­perti setan jantan yang bertemu dengan setan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan).

3. Mentaati suami, selalu berpenampilan menarik di hadapannya dan amanah. Rasulullah bersabda kepada Umar bin Khaththab, “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud. Syaikh Muqbil mengatakan hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim).

4. Tidak berpuasa sunnah ketika suaminya sedang berada di rumah, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

5. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, Rasulullah bersabda: “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai, shahih menurut Syaikh al-Albani).

6. Segera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim).

Wallahu a’lam bis shawab

#

#