Assalamu ‘alaikum
Pak ustadz, bolehkah saya puasa sunnah Syawal, padahal saya masih punya hutang puasa Ramadhan?
Hamba Allah, 081277041xx


Wa’alaikumussalam
Mayoritas ulama membolehkan puasa Syawal padahal ada hutang Ramadhan, dalil mereka:
Pertama, Sabda Nabi, “Barang siapa yg berpuasa Ramadhan maka (ganjaran) puasa sebulan Ramadhan senilai dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari setelah fitri (di bulan Syawal, pahalanya) senilai dengan (puasa) dua bulan, maka itulah puasa selama setahun penuh.” (HR. Ahmad, dinilai Shahih oleh Syaikh al-Albani dlm Shahih at-Targhib).

Keutamaan yang dimaksud dalam hadits tidak hanya bergantung pada selesainya mengqadha puasa sebelum enam hari di bulan Syawwal, sebab pahala puasa Ramadhan yang setara puasa sepuluh bulan dapat terealisasi dengan menyempurnakan puasa wajib, baik secara Adâ’ (penunaian pada waktunya) atau Qadha (penunaian di luar waktunya).

Kedua, Hadits Nabi, “barang siapa yg berpuasa Ramadhan…” tidak diartikan PUASA HANYA DIBULAN RAMADHAN (ada-an), tapi bisa saja bermakna: “barang siapa yg berpuasa Ramadhan ada-an (pada bulan Ramadhan) atau qadha-an (diluar Ramadhan), lalu dia lanjutkan….”

Karena kalau kita artikan “HANYA di bulan Ramadhan (ada-an) dan tidak boleh qadha-an.” maka bisa dipastikan kaum perempuan paling susah mendapatkan keistimewaan yg luar biasa ini.

Ketiga, dalam QS. Al-Baqarah : 185, Allah Subhanahu wata’ala telah memperluas waktu (bisa kapan saja) dalam mengqadha Ramadhan (wajib muwassa’). Karena mengqadha puasa bersifat muwassa’ (luas waktunya), maka boleh mendahulukan sunnah atas ibadah wajib tsb, seperti shalat Zuhur misalnya, kewajiban shalat Zuhur muwassa’ (sampai azan Ashar) maka dibolehkan shalat qabliyah zuhur walapun sudah jam 2 siang, demikian juga halnya dengan qadha puasa Ramadhan yang muwassa’ maka dibolehkan menunaikan puasa sunnah dulu sebelum qadha Ramadhan.

Tetapi, kalau memungkinkan meng-qadha, sebaiknya qadha dulu Ramadhannya, untuk keluar dari khilafiyah (perbedaan pendapat).

Wallahu a’lam bish shawab

#