Assalamu ’alaikum Wr Wb..
Pak ustadz, saya mau tanya.Apakah mandi junub dilarang dengan air hangat?
Santi, Batamcenter


Wa’alaikumus salam Wr Wb

Tidak ada satu ulama pun yang mengatakan bahwa air yang hangat karena dipanaskan dengan pemanas (selain matahari), tidak bisa dipakai buat mandi junub.

Yang dimakruhkan (dipakai tetap sah cuma kurang bagus) hanyalah air yang panas kena sengatan matahari (musyammas) yang wadah tempat air tersebut terbuat dari besi dan tembaga, menurut madzhab Syafi’i. Artiya air musyammas tetap sah dipakai mandi junub (al-Mu’tamad fil Fiqh as-Syafi’i Juz. 1).

Alasan madzhab Syafi’i memakruhkan air musyammas, bukan karena ada hadits secara langsung mengatakan dimakruhkan atau dilarang, tetapi lebih dari sisi kemaslahatan, karena ternyata air musyammas itu menurut mereka, kalau dipakai akan mengganggu kesehatan dan membuat gatal-gatal dikulit.

Tetapi mereka juga beralasan dengan hadits Aisyah, namun hadits tersebut lemah. Rasulullah bersabda kepada Aisyah, ”ya Humaira’, jangan lakukan itu (mandi dengan air musyammas), karena akan mendatangkan sakit sopak.” (HR. Baihaqi, Imam Nawawi mengatakan haditsnya lemah menurut kesepakatan ulama hadits).

Sementara Imam Nawawi (ulama Syafi’i) mengatakan bahwa air musyammas tidak makruh, karena tidak adanya dalil yang shahih yang melarang menggunakan air musyammas (al-Majmu’ 1/133).

Jadi, silakan anda mandi (boleh) dengan air hangat dan mandi junub anda sah. Sebab tidak ada satu dalilpun yang melarang.
Wallahu a’lam bis shawab

#