Assalammu’alaikum Wr Wb
Pak Ustad, saya nikah siri tapi beda agama, kami tetap menjalankan agama masing-masing setelah menikah? Apa boleh pak, apa hukumnya dalam Islam? Wassalam
Yanti, Batuaji
081270780xxx


Wa’alaikumussalam Wr Wb

Semua ulama yang mu’tabar sepakat bahwa, haram hukumnya wanita muslimah menikah dengan laki-laki non muslim apapun agamanya, baik Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) atau agama lainnya seperti Budha, Hindu, Konghucu dan lainnya.

Allah SWT berfirman: “Jika kalian mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kalian mengembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka” (QS. al-Mumtahanah : 10).

Ayat di atas secara tegas menyatakan bahwa orang-orang kafir tidak halal bagi perempuan mukmin (yang beriman pada Allah). Kata al-kuffâr adalah kata umum yang mencakup seluruh orang-orang kafir, baik Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) maupun orang musyrik.

Karena hukumnya haram, maka anda tidak boleh menikah dengan pria itu baik legal (tercatat di KUA) atau illegal (nikah sirri). Disamping demi menjaga keislaman anda, karena nikah beda agama, sangat rawan sekali.

Kalau anda tetap ngotot juga menikah, di mata Allah anda sesungguhnya berzina, apa yang anda harapkan kalau ternyata hubungan itu dimurkai Allah, bisakah anda mengadu dan meminta belas kasihan dari Allah sementara anda melawan aturannya?

Saya sarankan anda, akhiri hubungan terlarang ini sekarang juga, demi ketundukan dan kepatuhan anda pada aturan Allah. Ingatlah kebahagiaan itu datangnya bukan dari manusia, tapi dari Allah semata. Semoga Allah berikan anda suami yang mencintai Allah dan dianya dicintai oleh Allah, sehingga terbentuklah rumah tangga yang idam-idamkan, rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah yang diridhai Allah ta’ala. Amin

Wallahu a’lam

#