Assalamualaikum Wr. Wb.
Pak Ustad, suami saya seorang mualaf, kemarin kami pulang ke rumah orang tuanya, lalu kami disuguhkan makanan (ikan) yang dimasak oleh mertua saya. Sementara wajan atau penggo­rengan yang sama saat ia memasak makanan yang haram. Wassalammualaikum Wr. Wb.
Yani, Batuaji


Wa’alaikumussalam Wr. Wb
Wajan atau penggorengan yang sudah dipakai buat menggoreng benda yang najis seperti babi, maka harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai buat menggoreng ikan, berdasarkan riwayat Abu Tsa’labah al Khusyani, yang bertanya kepada Rasulullah, “Sesungguhnya kami berada di kampung penduduk ahli kitab, apakah kami boleh makan dengan menggunakan piring-piring mereka?”

Beliau menjawab, “Tidak boleh, kecuali kalau memang kalian tidak menemukan alternatif lain, maka cucilah lalu silahkan makan dengan menggunakan piring tersebut.” (Muttafaq ‘alaih).

Jelas sekali dalam hadits tersebut Rasulullah menyuruh untuk membasuh piring atau tempat makanan yang dipakai orang non muslim yang terindikasi sebelumnya menggunakan najis, seperti babi.

Bekas Goreng Babi
Nah, terkait dengan mencuci wajan bekas menggoreng babi, terjadi perbedaan pendapat, Madzhab Syafi’i mengatakan harus 7 kali, yang pertama air dicampur tanah (Al-Mu’tamad fil fiqh As-Syafi’I, juz 1, Dr Muhammad az-Zuhaili).

Artinya kalau cuma sekedar digosok-gosok atau disabuni dan tidak sampai 7 kali, maka wajan tersebut tetap najis, karena najis babi diqiyaskan dengan najis anjing yang dibasuh sampai 7 kali.

Tetapi, pendapat yang lebih kuat adalah tidak perlu dibasuh 7 kali, Imam Nawawi mengatakan dalam, “Adapun babi hukumnya sama dengan anjing (dibasuh 7 kali) inilah pendapat madzhab kami, sementara itu mayoritas ulama mengatakan bahwa babi tidak perlu dibasuh sampai 7 kali, inilah pendapat Imam Syafi’I dan merupakan pendapat yang dalilnya cukup kuat.” (Syarh Muslim, juz 1).

Jadi, selagi wajan tersebut sudah dibasuh sebelum menggoreng ikan, maka makanan yang Anda makan tersebut adalah halal.

Wallahu a’lam bis shawab

#

#