Apa hukum islam jika seorang wanita muslim bekerja di pub malam ? Dan apakah halal pekerjaan nya ?
Dari Raja
89623302xxx
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Untuk menilai halal dn tidaknya pekerjaan perlu dilihat:
Pertama, pada keterlibatan dalam kemaksiatan apa tidak, kalau terlibat langsung dalam kemaksiatan maka pekerjaan tersebut haram, contoh si A minum bir, si B Cuma sebagai tukang tuang (tidk minum bir), dan si C penjual (juga tidak minum bir), tetapi karena B dan C terlibat langsung dalam kemaksiatan minuman bir, dosa mereka sama.
Rasulullah bersabda, “jibril datang kepadaku, dan mengatakan: ya Muhammad, sesungguhnya Allah melaknat khamr (minuman yang memabukkan), peminumnya, penuangnya, pemerasnya, pemesannya, pembawanya (pengirimnya), penadahnya (penerima kirimannya), penjualnya, pembelinya, dan yang memakan keuntungan bisnisnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Haditsnya Shahih menurut Syaikh al-Albani).
Karena kerja di Pub Malam terlibat langsung dengan kemaksiatan maka hukumnya berdosa kerja di Pub. Sebab Allah melarang kerja sama dalam dosa, Allah berfirman, “dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah : 2).
Apalagi, kerja di pub dengan kondisi cambur baur cowok cewek yang kadang terjadi pelecehan seksual, sementara itu ceweknya harus berpakaian seksi tentu semuanya adalah dosa yang harus dihindarkan, karena pekerjaan tersebut haram, maka hasilnya (jasa, atau gajinya) pun haram. Rasulullah bersabda, “sesungguhnya jika Allah mengharamkan sesuatu, Allah haramkan juga hasil (gaji) dari pekerjaan itu.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, haditsnya shahih menurut Syaikh al-Arnauth).
Semoga Allah berikan ganti dengan tempat kerja yang lebih sesuai dengan fitrah wanita, yang tetap menjaga kehormatan wanita, dan diberkahi Allah ta’ala.
Wallahu A’lam bish Shawab