Assalammualaikum Pak Ustad.Saya ingin bertanya apakah seorang suami mengucapkan kata cerai tapi tidak diiring dengan kata saya talak 1 kamu disini ada orang lain yang mendengarnya atau katakanlah saksi jadi yang saya tanyakan pada pak ustad apakah sah cerainya itu sekiranya ingin rujuk haruskah nikah lagi. Dan terima kasih atas penjelasannya.wassalam.
81277333xxx
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Pertama, Suami yang mengatakan “aku ceraikan kamu” sekalipun tidak ditambah kata talak, sudah jatuh talak. Lafaz “talak” adalah bahasa Arab, adapun arti talak adalah cerai. Jadi sama saja antara mengatakan cerai dan mengatakan talak, satu makna.
Kedua, talak yang tidak disebutkan talak berapanya, hukumnya jatuh talak satu, berdasarkan firman Allah, “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (QS. Al-Baqarah : 229).
Ketiga, kalau mau rujuk, tentu masih bisa.
Cuma perlu diperhatikan kapan rujuknya. Kalau rujuk dilakukan sebelum habis masa iddah (3 kali suci), maka suami cukup mengatakan: “aku mau rujuk” dan istri tidak bisa menolak, sebab rujuk dalam masa iddah ada ditangan suami dan tidak butuh persetujuan istri, Allah berfirman, “dan suami-suaminya lebih berhak merujukinya dalam masa menanti (iddah) itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah.” (QS. Al-Baqarah : 228). Tetapi kalau sudah habis masa iddah, maka harus dengan persetujuan mantan istrinya, kalau dia tidak mau maka tidak bisa rujuk, tetapi kalau dia mau, maka rujuk bisa dilakukan, tetapi dengan akad nikah baru (ada wali, dua saksi, ada mahar).
Keempat, cara menghitung 3 kali suci adalah: misalnya suami mentalak istrinya dalam keadaan suci, masa suci itu dihitung suci pertama, lalu istrinya haid (haid pertama), lalu suci (suci kedua), lalu haid (haid kedua), lalu suci (suci ketiga), lalu haid (haid ketiga). Nah, di haid ketiga (dihari pertama haid) masa iddah istrinya berakhir.
Kalau suaminya menceraikan istrinya dalam keadaan haid (haid pertama), lalu suci (suci pertama), lalu haid lagi (haid kedua), lalu suci lagi (suci kedua), lalu haid lagi (haid ketiga), lalu suci (suci ketiga), lalu haid lagi (haid keempat), dihaid keempat inilah masa iddah berakhir.
Kelima, menurut 4 madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali)Talak tidak wajib ada saksi, talak tetap sah sekalipun tidak ada saksi, namun talak dengan adanya saksi lebih baik (Shahih Fiqih Sunnah, juz. 4).
Wallahu A’lam bish Shawab