brew saran si mutil
Assalamualaikum Wr Wb
Pak ustad, saya mau bertanya, saya seorang perempuan yang berhubungan sama suami orang. Apa hukumnya jika saya dan suami orang itu menikah tanpa persetujuan dari istri pertamanya?  Sementara sudah tiga kali, laki-laki itu minta izin untuk menikahi saya.
Sebelumnya saya ucapakan terimakasih.
Wassalam, Mbak Lia 085265510XXX
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Hukum nikah poligami (kedua kalinya disaat masih ada istri sebelumnya), sama saja dengan nikah pertama kalinya, dan tidak ada syarat harus mendapat izin dari istri sebelumnya (istri pertama), artinya kalau syarat dan rukun nikah terpenuhi maka pernikahannya sah di mata syari’ah, sekalipun istri pertama ngamuk-ngamuk.
Itu kalau kita bicara dari sudut sahnya, tapi kalau kita lihat dari sudut muamalah, Allah dan Rasul-Nya memerintahkan para suami untuk mempergauli istri dengan baik, termasuk dengan melakukan dialog dengan istrinya ketika mau menikah lagi, dan ini tentu menunjukkan kalau suami itu lelaki yang gentleman bukan laki-laki yang “pengecut” yang beraninya berpoligami dengan sembunyi-sembunyi.
Allah berfirman, “dan pergaulilah mereka (para istri) dengan baik.” (QS. An-Nisa : 19).
Rasulullah bersabda, “sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik bagi istriku.” (HR. Baihaqi, Syaikh Al-Albani mengatakan haditsnya shahih).
Pernikahan poligami di KUA haruslah menghadirkan surat izin dari istri pertama, biasanya suami yang “penakut” tadi tidak mendapatkan surat izin tersebut, akhirnya mereka biasanya menikah dengan nikah sirri. Nah, sekalipun nikah siri itu nikah yang sah (kalau memenuhi syarat dan rukunnya) tetapi pernikahan tersebut membuat kondisi istri dalam posisi lemah di mata hukum, sebab tidak punya bukti sebagai istri yang sah, kalau terjadi apa-apa dibelakang hari (dan ini sering terjadi), istri tidak bisa menuntut suaminya.
Nikah siri tidak bagus bagi anak, karena tidak diakui statusnya (tidak bisa buat akta, dan lain-lain), anda bisa lihat nikah siri yang dilakukan Moerdiono -rahimahullah- dengan Chicha Mukhtar, yang masalahnya tidak kunjung selesai dipengadilan.
Berikhtiarlah kepada Allah dan tetap bertawkkal.
Wallahu A’lam bish shawab
#
#