Ass Wr Wb. Pak ustad saya Rama di Nagoya. Saya  mau tanya, apa hukumnya mencari jodoh dengan pelet, dan apa hukumnya mempelajari pelet? Terimakasih.
pengirim 085666690xx
Wa’alaikumus salam Wr Wb.
Mencari jodoh adalah pekerjaan mulia, sebab nabi sangat menganjurkan lelaki yang sudah mampu memberi nafkah lahir dan batin untuk segera menikah, Rasulullah bersabda, “Wahai, para pemuda! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk ba-ah (nikah), maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (Mutafaq’alaih).
Bahkan dalam mencari jodoh nabi memberikan petunjuk, beliau bersabda, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, dalam mencari jodoh kita tentu tidak boleh menempuh cara yang diharamkan Allah, termasuk menggunakan pellet, niat yang baik tetapi dilakukan dengan cara batil maka hasilnya tetap batil, Dari Ibnu Mas’ud ia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya jampi, jimat dan tiwalah (pelet) adalah syirik.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Hakim, syaikh Al-Albani mengaatakan haditsnya shahih).
Pelet itu termasuk syirik, maka anda tidak boleh melakukannya dan mempelajarinya, karena syirik itu dosa yang paling besar dan berbahaya, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan dia akan mengampuni dosa selain itu kepada orang yang Dia kehendaki.” (Surah al-Nisa’ : 48).
Wallahu a’lam.