Assalammualaikum ,
saya sukma di batubesar mau brtanya kpada pa.ustad, ,
ada yg blg stlah Tadarusan tdak dperbolehkan membc Sodaqollohul adzim, .apakah didalam Al-Qur’an dianjurkan sprti it, ,n apa arti dari sodaqollohul adzim it sendri?
Mohon penjelasan.a.
Trimz.
81991078xxx
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Membaca Shadaqallahu Azhim setelah membaca al-Quran, ada 3 pendaapat ulama:
Pertama, hukumnya bid’ah alias tidak boleh, alasan mereka karena tidak pernah dicontohkan Rasulullah, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membuat suatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.” [HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, boleh dibaca asal tidak meyakini itu sebuah sunnah dan bukan keharusan dibaca setiap selesai tilawah, dan tidak dibaca terus menerus begitu. Sebab memnag tidak ada contohnya dari nabi, sementara kalimat shadaqallahul ‘azhim adalah sekedar menegaskan kebenaran isi ayat al-Quran yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Ketiga, membolehkan, Syaikh Athiyah Saqr, Mufti Mesir, ketika ditanya apa hukum membaca Shadaqallahul ‘Azhim. Dia mengkirtik dan memberi peringatan kepada orang-orang yang gampang membid’ahkan termasuk masalah ini,  beliau berkata: “Kalimat Shadaqallahu Al ‘Azhim yang diucapkan oleh pembaca Alquran atau oleh pendengar setelah selesai membaca atau mendengar ayat-ayat Alquran, bukanlah bid’ah tercela, bahkan  memiliki landasan yang cukup kuat. Yaitu:
1. Tidak ada satupun dalil yang melarangnya
2. Kalimat itu merupakan zikir.
3. Para ulama menjadikannya sebagai salah satu adab ketika hendak membaca Al Quran. Bahkan menurut mereka jika ia diucapkan dalam salat tidak membatalkan salat. Demikianlah pendapat kalangan Hanafi dan Syafi’i.
4. Lafal atau ucapan tersebut demikian dekat dengan apa yang diperintahkan dalam Alquran serta merupakan ucapan orang mukmin di saat akan perang.”
Katakanlah: ‘Benarlah (apa yang difirmankan) Allah’. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang musyrik.” (Ali Imran: 95). Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Benarlah Allah dan Rasul-Nya.”
Wallahu A’lam bish Shawab