Assalamualaikum pak ustad. Saya mahon pencerahan. Apa hukumnya, uang hasil undian kita gunakan untuk umroh atau ibadah yang lainnya. Atau apa hukumnya undiang yang hadiahnya berangkat umroh? Maaf pak ustad, masalhanya saya masih ragu-ragu dengan hukumnya undian, bagaimana dalam syariat Islam. Terimakasih. Wasalam.
 
Pengirim Sihabuddin, Bengkong
08563422XXX
Wa ‘alaikumussalam Wr Wb.
Undian itu ada 2:
Pertama, undian yang pesertanya dikenakan biaya dan biaya tersebut bukan untuk kebutuhan operasional undian, atau hadiahnya diambil dari uang peserta, maka hukumnya haram, karena masuk dalam makna judi yang diharamkan Allah. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. al-Maidah : 90).
Contohnya: undian berhadiah yang peserta disuruh mengirimkaan sebanyak-banyaknya reg spasi, setiap satu SMS dikenakan Rp. 2500 misalnya, atau lomba gerak jalan dimana pesertanya dikenakan biaya dan biaya tersebut bukan untuk biaya operasional lomba tersebut, undian semacam ini juga termasuk judi.
Atau seperti belanja dengan jumlah tertentu dapat poin lalu pemenangnya akan diundi, kalau niat belanjanya mengejar poin undian bukan karena kebutuhannya, maka sudah termasuk undian yang bernilai judi dan hukumnya haram. Sekalipun hadiahnya umrah dan haji. Jadi intinya, kalau ada biaya peserta dan biaya tersebut bukan untuk biaya operasional makaa judi hukumnya.
Kedua, undian yang pesertanya tidak dikenakan biaya alias gratis, atau kalaupun dikenakan biaya, biayanya hanyalah untuk kebutuhan opersional seperti buat kaos peserta, snack, sewa tempat dan panitia  maka hukumnya halal, adapun hadiahnya diambil dari luar, bukan dari uang peserta.
Seperti lomba gerak jalan gratis, atau biayanya bukan buat hadiah peserta, atau kita belanja barang sesuai dengan kebutuhan (bukan mengejar poin undian), lalu diundi maka hadiahnya halal.
Adapun umrahnya, selagi dikerjakan sesuai dengan syarat dan rukunnya, hukum umrahnya sah, sekalipun duitnya haram. Tetapi sekalipun sah, ibadah umrahnya tidak akan diterima Allah tentunya alias tak ada pahalanya, sebab Allah tidak akan menerima kecuali dari yang baik-baik saja, Rasulullah bersabda, “wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah Maha baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim).
Wallahu A’lam.